Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Begini Sejarah Panjang Pengakuan Negara Palestina

Begini Sejarah Panjang
Skintific

Begini Sejarah Panjang Pengakuan Negara Palestina

Koran Depok – Begini Sejarah Panjang Palestina sebagai negara adalah proses panjang yang melibatkan sejarah kolonial, pergerakan nasional Arab-Palestina, keputusan politik internasional, serta tekanan diplomasi dari berbagai pihak. Berikut rangkaian tahapan penting yang membentuk status Palestina di panggung internasional.


Akar Sejarah: Mandat Inggris & Rencana Pembagian

Setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman (akhir Perang Dunia I), wilayah Palestina berada di bawah Mandat Inggris. Inggris diberikan mandat oleh Liga Bangsa‑Bangsa (League of Nations) untuk mengelola wilayah tersebut.

Skintific

Ketegangan mulai muncul antara populasi Arab Palestina dan imigran Yahudi yang didukung oleh gerakan Zionis, terutama seputar masalah imigrasi dan kepemilikan lahan.

Pada 29 November 1947, PBB mengeluarkan Resolusi 181, Rencana Pembagian Palestina (Partition Plan), yang menyatakan bahwa Mandat Inggris akan diakhiri dan wilayah dibagi menjadi dua negara — satu Arab, satu Yahudi — dengan status khusus untuk Yerusalem. Arab Palestina menolak pembagian ini.

Raja Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina Merdeka


Baca Juga: Jelang Sidang PBB Menlu Dorong Deklarasi Perlindungan Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Deklarasi Negara Palestina & Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)

Pada 15 November 1988, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan deklarasi kemerdekaan negara Palestina, melalui sidang Dewan Nasional Palestina di Aljir. Yasser Arafat memimpin deklarasi ini.

Deklarasi ini menjadi momen simbolik: meminta dukungan internasional, legitimasi, dan pengakuan dari negara-negara lain. Namun batas wilayah yang tepat dari negara yang dideklarasikan tidak ditentukan secara jelas dalam deklarasi.


Status di PBB & Pengakuan Internasional

Pada 2012, Majelis Umum PBB memberikan status pengamat non-anggota kepada Palestina. Status ini bukan keanggotaan penuh, tetapi memperkuat posisi Palestina di forum internasional.

Sejumlah lembaga internasional lainnya mulai mengakui Palestina sebagai entitas negara dalam berbagai kapasitas, misalnya di FIFA, UNESCO, dan beberapa badan pengadilan internasional. Pengakuan ini bukan hanya politis, tetapi juga legal dan simbolik.

Hingga September 2025, antara 150‑+ negara (jumlah beragam tergantung sumber) telah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.


Perkembangan Terkini & Perubahan Diplomatik

Baru‑baru ini (September 2025), beberapa negara Barat seperti Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengumumkan pengakuan mereka terhadap Palestina sebagai negara penuh.

Perkembangan ini muncul bersamaan meningkatnya tekanan diplomatik untuk solusi dua negara (two‑state solution) sebagai jalan keluar konflik Israel‑Palestina.


Persoalan & Tantangan yang Masih Menghalangi Pengakuan Penuh

Walau banyak negara telah mengakui Palestina, ada beberapa tantangan besar:

Perselisihan wilayah & kontrol atas wilayah
Wilayah utama yang menjadi klaim Palestina — Tepi Barat, Gaza, Yerusalem Timur — masih dalam sengketa dan sebagian besar berada di bawah pendudukan atau kontrol Israel. Tanpa kontrol wilayah yang jelas, penerapan kedaulatan penuh menjadi sulit.

Kurangnya anggota penuh di PBB
Dukungan dari Dewan Keamanan PBB, termasuk dari anggota tetap (yang memiliki hak veto), menjadi kunci untuk keanggotaan penuh.

Penentangan politik internasional dan tekanan geopolitik
Beberapa negara kuat, terutama sekutu Israel, serta kebijakan diplomatik tertentu, membuat pengakuan penuh menjadi langkah yang rumit secara politik.


Begini Sejarah Panjang Signifikansi Pengakuan Palestina

Simbol legitimasi politik dan moral — Pengakuan oleh banyak negara memperkuat klaim Palestina atas hak kedaulatan di muka hukum internasional dan opinio juris.

Akses ke lembaga internasional — Pengakuan memungkinkan Palestina berpartisipasi lebih dalam organisasi-organisasi internasional; mengajukan kasus hukum atas pelanggaran HAM; mendapatkan dukungan kemanusiaan dan diplomasi.

Pengaruh pada negosiasi damai — Pengakuan internasional memberi tekanan diplomatik kepada pihak‑pihak yang terlibat dalam konflik untuk mencari solusi, misalnya melalui dua negara.


Kesimpulan

Sejarah pengakuan negara Palestina adalah kombinasi dari perjuangan panjang, diplomasi internasional, deklarasi formal, dan perubahan politik global. Namun realisasi kedaulatan penuh masih membutuhkan lebih banyak langkah konkrit, kesepakatan internasional, dan penyelesaian konflik di lapangan.

Skintific