Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Update Jumlah Korban Banjir Sumut 340 Meninggal, 11.200 Rumah Rusak, Ribuan Orang Mengungsi

Update Jumlah Korban Banjir
Skintific

Update Jumlah Korban Banjir 340 Warga Meninggal, 11.200 Rumah Rusak, Ribuan Pengungsi Masih Bertahan di Posko Darurat

Koran Depok — Update Jumlah Korban Banjir Jumlah korban jiwa akibat banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara terus bertambah. Hingga laporan terakhir dirilis, tercatat 340 orang meninggal dunia, menjadikan bencana ini salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir di wilayah Sumut.

Selain korban meninggal, ribuan warga masih berada di pengungsian, sementara kerusakan rumah dan fasilitas umum mencapai angka yang mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebutkan bahwa penanganan masih berlangsung intensif, namun medan sulit dan cuaca yang belum bersahabat menjadi tantangan besar.

Skintific

11.200 Rumah Rusak, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Hasil pendataan sementara menunjukkan bahwa lebih dari 11.200 rumah warga rusak akibat terjangan banjir. Dari jumlah tersebut:

4.100 unit mengalami rusak berat

3.800 unit rusak sedang

3.300 unit rusak ringan

Sejumlah rumah hanyut terbawa arus, terutama yang berada di dekat bantaran sungai dan lereng perbukitan. Banyak keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi tanpa membawa harta benda apa pun.Update Terbaru Bencana Sumut Hingga Sore Ini: 340 Meninggal, 128 Masih  Hilang


Baca Juga: Kantor Gubernur Sumut Masih Gelap Pascabencana, Prabowo Cari-cari Bobby Nasution saat Rapat

Pengungsi Membludak: Posko Darurat Penuh Sesak

Lebih dari ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian di berbagai titik, terutama di daerah yang paling parah terdampak seperti:

Langkat

Deli Serdang

Serdang Bedagai

Binjai

Labuhanbatu Utara

Tapanuli Selatan

Banyak pengungsi mengeluhkan kurangnya air bersih, selimut, obat-obatan, dan bahan makanan. Relawan kesehatan mencatat peningkatan kasus ISPA, diare, dan infeksi kulit akibat lingkungan pengungsian yang padat dan minim fasilitas sanitasi.


Evakuasi Terhambat, Cuaca Masih Buruk

Tim SAR gabungan melaporkan bahwa proses evakuasi korban dan distribusi logistik masih menemui banyak kendala. Beberapa desa yang terisolir sulit dijangkau karena:

Jembatan putus

Jalan tertutup lumpur

Sungai meluap

Arus air deras

Akses ke beberapa lokasi hanya bisa ditempuh dengan perahu karet atau kendaraan off-road.

Cuaca di wilayah Sumut juga masih dilaporkan tidak stabil. Hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, memicu kekhawatiran akan banjir susulan.


Pemerintah Provinsi: Fokus pada Pencarian dan Penanganan Darurat

Pemerintah Provinsi Sumut bersama BNPB masih fokus pada:

Pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan

Penyediaan logistik di posko-posko pengungsian

Penanganan medis darurat

Perbaikan akses jalan dan jembatan penting

Pendataan kerusakan untuk menentukan langkah rehabilitasi


Update Jumlah Korban Banjir Warga Berharap Bantuan Merata

Sejumlah warga menyampaikan harapan agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota atau daerah yang mudah dijangkau. Banyak desa yang masih menunggu pasokan karena terputusnya akses darat.

“Kami sudah dua hari tidak menerima makanan. Air bersih juga sudah habis,” kata salah satu warga dari daerah yang masih terisolir.

Relawan mendesak pemerintah mempercepat pengiriman logistik dengan memanfaatkan jalur alternatif seperti udara atau armada tambahan.


Update Jumlah Korban Banjir Terburuk dalam Satu Dasawarsa

Dengan jumlah korban mencapai 340 jiwa dan ribuan rumah rusak, bencana kali ini menjadi salah satu banjir paling mematikan di Sumatera Utara dalam 10 tahun terakhir.

Situasi darurat masih berlangsung dan otoritas mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan, terutama mereka yang bermukim di sekitar sungai atau lereng bukit.

Skintific