Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Palangka Raya Catat 150 Kazejadian Karhutla, Pemkot Waspada Bencana Susulan Imbas Cuaca Panas

Skintific

Palangka Raya Catat 150 Kejadian Terjadi, Pemkot Siapkan Antisipasi

Koran Depok – Palangka Raya Catat 150 Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, mengungkap bahwa tim penanggulangan telah menangani sekitar 150 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025—angka yang mencerminkan kondisi musim kemarau dan risiko tinggi kawasan gambut di wilayah ini.
Beberapa fakta penting:

Sampai Oktober 2025, total kejadian yang tercatat mencapai 224, dengan 150 di antaranya telah ditangani langsung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya

Skintific

Sebelumnya, hingga Agustus 2025 tercatat sebanyak 77 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 23,30 hektare.

Kota Palangka Raya telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak musim kemarau intensif, sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan.

Penyebab & Faktor Risiko

Beberapa faktor utama yang mendorong tingginya frekuensi karhutla di Palangka Raya:

Musim kemarau: Curah hujan menurun, lahan gambut kering, sehingga mudah terbakar. Kota Palangka Raya sendiri memiliki banyak lahan tidur atau gambut yang rentan.

Aktivitas manusia: Pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu penyebab dominan. Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa sebagian besar titik api berawal dari ulah manusia.

Kondisi lahan: Lahan yang tidak produktif, lahan tidur, atau gambut yang belum ditangani secara penuh menjadi rawan.

Hingga Agustus 2025, Tercatat 77 Kejadian Karhutla di Palangka Raya –  Pemerintah Kota Palangka Raya

Baca Juga: Pejabat Senior AS China Akan Bertemu di Malaysia Jelang KTT Trump-Xi Jinping

Dampak Potensial

Lingkungan: Kebakaran lahan gambut dapat menghasilkan asap dan emisi karbon tinggi, serta merusak habitat.

Kesehatan masyarakat: Asap dari karhutla dapat memicu gangguan pernapasan, menurunkan kualitas udara, dan melemahkan sistem kesehatan lokal.

Ekonomi & sosial: Gangguan aktivitas—sekolah, transportasi, pekerja lapangan—dapat muncul. Bahkan bila karhutla meluas, biaya pemadaman semakin besar.

Citra kota: Sebagai ibu kota provinsi, kondisi karhutla berulang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap penanganan lingkungan.

Langkah Antisipasi Pemkot

Pemkot Palangka Raya telah melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan:

Penetapan status siaga darurat karhutla: Memastikan seluruh instansi terkait (BPBD, DLH, Damkar, TNI/Polri) siap.

Patroli, deteksi dini dan aplikasi pemetaan risiko: Misalnya penggunaan aplikasi PERISAI untuk mendeteksi titik api atau potensi kebakaran.

Sosialisasi dan edukasi masyarakat: Melalui spanduk, pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar, dan kolaborasi lintas sektor.

Penguatan posko dan sarana pemadaman: Pemeriksaan sumur bor, kesiapan alat pemadaman, koordinasi antar pihak.

Palangka Raya Catat 150 Tantangan yang Masih Harus Dihadapi

Meskipun penanganan cepat, sebagian besar kejadian masih berasal dari lahan yang dibakar oleh manusia—menunjukkan bahwa edukasi dan pengawasan masih harus diperkuat.

Luas wilayah rawan lahan gambut dan banyaknya titik rawan membuat patroli dan pengawasan menjadi tugas besar.

Penanganan karhutla tak hanya membutuhkan pemadaman — juga pemulihan pasca kebakaran dan pencegahan jangka panjang (reklamasi lahan gambut, pengelolaan lahan tidur).

Kondisi cuaca ekstrem atau angin kencang dapat memperburuk situasi dan memperluas jangkauan kebakaran.

Palangka Raya Catat 150 Rekomendasi untuk Ke Depan

Meningkatkan kolaborasi komunitas: Melibatkan warga di tingkat kelurahan sebagai garda paling depan—tim swakarsa kebakaran, patroli lingkungan.

Sanksi dan pengawasan kuat terhadap pembakaran lahan: Penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan bakar bisa menjadi disinsentif.

Pengembangan lahan gambut yang lebih aman: Pengelolaan lahan tidur atau lahan gambut harus dilakukan dengan pendekatan konservasi dan pembukaan lahan tanpa bakar.

Penguatan sistem deteksi dini dan pemadaman cepat: Investasi dalam teknologi (titik panas/remote sensing), helikopter, pemantauan drone.

Pemulihan pasca kebakaran: Penanaman kembali dan rehabilitasi lahan gambut agar risiko kebakaran ulang menurun.

Kesimpulan

Namun keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, pengawasan yang konsisten, serta pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.

Jika Anda ingin, saya bisa mencari peta zonasi rawan karhutla di Palangka Raya atau profil kecamatan paling rawan seperti Jekan Raya dan Sebangau agar bisa lebih detail mengetahui titik fokus antisipasi. Mau saya cari?

Skintific