Nenek 70 Tahun di Toba Terharu Dapat Beasiswa untuk Cucu, Berkat Program Rapidin Simbolon
Koran Depok – Nenek 70 Tahun di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, merasakan kebahagiaan mendalam setelah cucunya menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini disalurkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs. Rapidin Simbolon, MM, bersama Bupati Toba, Effendi Napitupulu, pada Sabtu (25/10/2025) di pendopo rumah dinas bupati.
Kisah Inspiratif Seorang Nenek
Nenek tersebut telah mengabdikan dirinya untuk membesarkan cucunya sejak kecil, menggantikan peran orang tua yang tidak dapat hadir. Dengan penuh kasih sayang, ia bekerja keras untuk memastikan cucunya mendapatkan pendidikan yang layak. Kini, berkat bantuan PIP, cucunya dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Bantuan untuk 635 Siswa
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 635 siswa dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Toba menerima bantuan PIP. Siswa SD mendapatkan Rp450.000, sementara siswa SMP memperoleh Rp750.000 per orang. Program ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga kurang mampu dan mendorong anak-anak untuk terus berprestasi.
Baca Juga: Klaim Sandra Dewi vs Bukti Kejagung: Dari Pisah Harta hingga Tas Endorsement
Apresiasi dari Masyarakat
Hasudungan, salah seorang orang tua penerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan pusat atas perhatian mereka terhadap pendidikan anak-anak. “Bantuan ini sangat membantu dan memotivasi anak-anak kami untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Komitmen Terhadap Pendidikan
Drs. Rapidin Simbolon, MM, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan di Sumatera Utara. “Kami akan terus berupaya agar anak-anak di daerah ini mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa terkendala biaya,” ujarnya.
Dengan adanya program seperti PIP, diharapkan lebih banyak anak-anak di Kabupaten Toba yang dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka, tanpa terbebani masalah ekonomi.
Nenek 70 Tahun Kisah Nenek yang Menginspirasi
Nenek bernama Siti (nama samaran) sudah lama mengasuh cucunya sejak orang tua sang anak tidak mampu hadir karena alasan ekonomi dan pekerjaan. Setiap hari, Siti bekerja keras meskipun usia sudah lanjut, memastikan kebutuhan cucunya tercukupi, termasuk pendidikan.
“Sejak kecil saya yang mengurus dia, membeli buku, seragam, dan kebutuhan sekolahnya. Kini, melihat dia menerima bantuan ini, rasanya campur aduk antara bahagia dan terharu,” kata Siti sambil meneteskan air mata.
Jumlah dan Bentuk Beasiswa
Dalam kegiatan penyaluran beasiswa tersebut, sebanyak 635 pelajar tingkat SD dan SMP di Toba menerima bantuan. Setiap siswa SD menerima Rp450.000, sementara siswa SMP menerima Rp750.000.
Drs. Rapidin Simbolon menekankan pentingnya pendidikan sebagai modal utama bagi masa depan generasi muda. “Pendidikan adalah kunci. Anak-anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terbebani masalah ekonomi,” ujarnya.
Nenek 70 Tahun Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Bupati Toba, Effendi Napitupulu, turut hadir dalam penyerahan beasiswa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung semua program yang meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Masyarakat pun menyambut baik langkah ini, terutama bagi keluarga yang selama ini mengalami kesulitan finansial.












