Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

2 Tahun Perang Gaza Seberapa Kuat Hamas Sekarang?

2 Tahun Perang Gaza
Skintific

2 Tahun Perang Gaza Seberapa Kuat Hamas Sekarang?

Koran Depok – 2 Tahun Perang Gaza Perang antara Israel dan Hamas telah memasuki tahun kedua sejak tragedi besar 7 Oktober 2023. Banyak yang mengira bahwa setelah tekanan militer yang sangat berat dari Israel, Hamas akan porak‑poranda. Nyatanya, walau mengalami kerugian besar, posisi Hamas masih jauh dari terkubur. Berikut ini gambaran tentang kekuatan, kelemahan, dan peluang Hamas setelah dua tahun konflik.


Kerugian Besar tapi Tidak Total

Menurut laporan dari berbagai lembaga internasional, Hamas telah kehilangan ribuan anggotanya—baik petarung militer maupun pemimpin komando.

Skintific

Sebagian besar infrastruktur militer Hamas, seperti senjata, roket, dan jaringan komando tertentu, telah terkena serangan udara dan operasi darat Israel. Banyak fasilitas persenjataan dan organisasi logistik yang hancur atau rusak parah.

Korban sipil dan kerusakan material di Gaza mencapai skala yang sangat besar: puluhan ribu tewas, lebih banyak lagi luka‑luka, kerusakan rumah dan bangunan umum, serta jutaan orang kehilangan tempat tinggal atau hidup dalam kondisi darurat.

Meski begitu, kerugian Hamas tidak otomatis berarti kehancuran total. Mereka tetap ada, bergerak, dan punya pengaruh di wilayah yang masih bisa dikuasai.


2 Tahun Perang Gaza Titik Kekuatan yang Masih Tersisa

Rekrutmen dan Pengganti Pemimpin
Walau banyak pemimpin utama Hamas tewas atau digulingkan, organisasi ini mampu mengganti posisi‑posisi penting, termasuk dalam struktur militernya. Hal ini menunjukkan jaringan kepemimpinan yang relatif adaptif.

Pertahanan Terowongan & Infrastruktur Bawah Tanah
Salah satu alasan Hamas masih mampu bertahan adalah jaringan terowongan bawah tanahnya yang kompleks. Terowongan ini tidak hanya untuk pergerakan militer, tetapi juga sebagai tempat berlindung dan menjaga komunikasi dalam kondisi serangan masif. Israel pun mengakui bahwa banyak terowongan yang belum sepenuhnya dihancurkan.

Legitimasi & Dukungan Lokal
Di sisi sosial-politik, Hamas masih memiliki dukungan dari sebagian warga Gaza. Meski deritanya besar, banyak masyarakat yang terus melihat Hamas sebagai pembela Palestina dari pendudukan, yang memberinya legitimasi politik yang sulit digantikan oleh pihak luar.

Desentralisasi Operasional
Karena pemimpin pusat banyak yang hilang atau dipukul, Hamas lebih mengandalkan sel‑sel lokal yang independen dalam beberapa operasi. Ini membuatnya lebih sulit bagi Israel untuk memukul secara total satu pusat komando yang bisa memutuskan seluruh operasional militer Hamas.

Jumlah pejuang Hamas bertambah, penentangan semakin hebat


Baca Juga: Perampok Pajero yang Tewaskan Pemilik di Jambi Ditangkap Polisi

Tantangan yang Terus Mendera

Tekanan Militer & Kehilangan Materiil
Serangan udara, blokade, dan operasi darat terus menekan sumber daya Hamas: amunisi, tenaga manusia, logistik. Kerusakan pada bangunan, fasilitas kesehatan, dan jaringan transportasi memperlemah kemampuan operasionalnya.

Kesulitan dalam Infrastruktur & Keamanan Sipil
Banyak warga Gaza hidup dalam kondisi buruk: kekurangan air bersih, makanan, listrik, layanan medis. Keadaan sipil yang memburuk bisa mengikis dukungan warga kepada Hamas jika dianggap gagal m

Tuntutan Internasional & Politik Gencatan Senjata
Ada tekanan kuat dari PBB, negara‑negara Arab, dan publik internasional untuk gencatan senjata dan pengaturan akhir konflik. Hamas harus bernegosiasi sambil menjaga tuntutan utama mereka — penarikan pasukan Israel, pembebasan sandera, dan hak rakyat Palestina. Keseimbangan antara tekanan internasional dan tuntutan domestik menjadi rumit.

Perbaikan Pasukan & Pelatihan
Banyak rekrutan baru yang masih muda dan kurang pengalaman tempur. Mereka butuh pelatihan dan koordinasi untuk bisa mengisi kekosongan pasukan yang hilang akibat kematian, penahanan, atau hengkangnya pemimpin.


2 Tahun Perang Gaza Seberapa Kuat Sekarang?

Bila menggunakan tolok ukur militer saja, Hamas lebih lemah dibandingkan pada puncak operasinya sebelum dan tepat setelah Oktober 2023. Kehilangan personel, kehilangan infrastruktur, dan tekanan terus menerus dari udara & darat telah memukul kemampuan ofensifnya.

Namun, dari sisi ketahanan politik dan sosial, kemampuan bertahan, dan adaptasi terhadap kondisi perang, Hamas masih menunjukkan kekuatan yang signifikan:

Mereka masih menjadi aktor utama dalam diskusi politik dan diplomatik terkait masa depan Gaza; gencatan senjata atau penyelesaian konflik tetap harus memperhitungkan posisi Hamas.

Meski kepercayaan dan dukungan mungkin mengalami fluktuasi, belum ada gerakan besar yang berhasil menggantikan Hamas sebagai kekuatan lokal terkuat di Gaza.


Prospek ke Depan

Beberapa kemungkinan perkembangan ke depan:

 Namun, syarat dari pihak Israel dan negara-negara perantara kemungkinan akan berat.

Pembentukan Struktur Pemerintahan & Rehabilitasi
Setelah perang, Gaza butuh rehabilitasi infrastruktur besar-besaran.


Kesimpulan

Dua tahun perang telah memberi pukulan yang sangat berat kepada Hamas: banyak korban, banyak kehilangan, banyak kerusakan. Namun kekuatan utama — dukungan lokal, organisasi adaptif, infrastruktur bawah tanah — masih membuatnya mampu bertahan. Hamas sekarang bukan lagi seperti yang dulu, tetapi ia masih cukup kuat untuk tetap menjadi pemain sentral dalam konflik dan proses politik di Gaza.

Skintific